MIXTAPE FUNKOT BY JOHANjoe[13JD™]

Posted by Unknown Sabtu, 01 Februari 2014 0 komentar

TRACK LIST :

1.GOYANG CEASAR
2.OPLOSAN
3.MASBULOH
4.CABE CABEAN
5.MINYAK WANGI
6.BIWI NO 1
7.BARA BERE
8.MORENA
9.ALECANDRO MENTERO
10.JAR OF HAERT
BPM :100.35
FILEsize : 96.mb
DURAcion : 1:07:42
GENDRE :FUNKOT



Mix By : Johan Joe (Bengkulu, Indonesia)
13JD™

Baca Selengkapnya ....

VSEVENWAY [13JD™].YANG PENTING GOYANG OPLOSAN ICIKIWIR d(M)b

Posted by Unknown 0 komentar
TRACK LIST :
©.Opening VSEVENWAY [13JD™]
©.VvV The Official Kurang Geleng
©.Deejay MICK - Bang Jali New 2013 db
©.DH@NY MDC - JANDA 7X New 2013
©.DH@NY MDC OPLOSAN ICIKIWIR 2014 RMX
©.DR-DJ™ •FahrY_FaxedO - Kali Merah Athena [Vi2] 2014
©.DR-DJ™ •FahrY_FaxedO-Malam Terakhir 2014
©.NRC DJ™ • Andy - Cuma kamu PB
©.NRC DJ™ • Gugun - Simalakama (Hg)
©.CyberDJ™ • Dealy - Love 5x
©.NRC DJ™ • Andy - Minyak wangi cutmix
©.OptionsDJ™ • Bintanx Aditya - Masbuloh db 2013
©.Wandy RMX - Cabe-Cabean
©.CyberDJ™ • Andy _ Iming Iming Pb
©.CyberDJ™ • DeaLy - Macarena [HBI™]
©.OptionsDJ™ • Bintanx Aditya - Dora Dora db 2013
©.CyberDJ™•DeaLy - Feel This Moment v2
©.VvV Fuck The House
©.NRC-DJ™ • Reza - On Steep
©.RDoo™ [SBD™] - Computer Melody 2014
©.trafficc 2013 -alfred 2
BPM :98.44
Pitch : +9.4
File Size: 108 MB
Durasi: 01:34:19
Genre: Funkot/Mixtape
Sound : ASIO4ALL v2
Format : MP3,160Kbit/s,44.1 khz



Mixed By : VsevenWay KeretaJenazah (Clubbers Surabaya - Indonesia)
13JD™

Baca Selengkapnya ....

Rahasia wanita yang memiliki nafsu sex besar

Posted by Unknown Jumat, 31 Januari 2014 0 komentar
Bicara tentang nafsu seorang wanita, terutama yang berhubungan dengan nafsu sex bagi sebagian khalayak masih dianggap sebagai hal yang tabu. Karena istilah sex sendiri dikaitkan dengan aktivitas orang dewasa yang masih belum layak dikonsumsi oleh mereka yang belum menikah, maka sering timbul perbincangan-perbincangan seks yang dilakukan sembunyi-sembunyi.
Wanita dengan nafsu sex besar

Secara gamblang antara nafsu wanita dan nafsu sex pada pria tidak ada perbedaan karena memiliki kadar hormonal yang serupa baik itu progesteron, estrogen maupun testosteron pada pria. Yang menjadi perbedaan adalah cara menyampaikan ekspresi, pada pria cenderung ekspresif dalam menunjukkan nafsu sex nya sedangkan pada wanita cenderung lebih malu dan lebih dapat “menyimpan” nafsu wanita nya untuk diekspresikan ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. Sehingga ketika di ranjang, tampak bahwa wanita memiliki semangat menggebu-gebu untuk meraih kenikmatan dengan pasangan yang dicintainya.

Dan berikut ini beberapa penjelasan yang berhubungan dengan nafsu wanita dan organ reproduksinya:

1. Mampu Mengobarkan Gairah Seks Sendiri:
Wanita jenis ini mampu mengobarkan api asmaranya sendiri tanpa lama-lama menunggu dirangsang pria. Survei menunjukkan wanita jenis ini mampu berfantasi yang mengundang gairah. Misalkan, mengandaikan diri telanjang atau setengah telanjang di tempat umum atau di mana saja, sehingga mata lelaki menjadi jelalatan atau penasaran.

2. Tubuhku Istana Kenikmatanku:
Slogan ini merupakan keyakinan diri wanita jenis ini. Ia memandang dirinya sebagai tambang kenikmatan. Bilamana pria tidak atau kurang mampu memuaskan, ia akan membimbing menunjukkan tempat-tempat yang harus dirangsang dan dioptimalkan. Misalnya menunjukkan tempat G-spot. Bahkan ia suka mengambil inisiatif.

3. Akulah Dewi Seks:
Dengan pengakuan sebagai Dewi Seks, ia suka striptis atau tarian erotis di depan pria sebelum hubungan intim. Ia mau melakukan apa saja demi kepuasan bersama. Terkadang ia mengelabuhi sesuatu yang pada akhirnya ingin hubungan intim dengan pria. Ia suka pura-pura meminta sesuatu tetapi tersirat ajakan hubungan intim.

4. Memberikan Desahan Erotis:
Biasanya suka menjerit atau teriak ketika dirangsang. Ia pun tidak segan-segan mendesah sambil minta dicium organnya. Misal, payu dara, kaki, leher, telinga, dll. Ekspresi erotis banyak diungkapkan oleh tipe wanita ini.

5. Berorientasi Pada Proses Menuju Orgasme:
Biasanya wanita tipe ini tidak berorientasi pada orgasme, tetapi pada proses menuju Orgasme. Wanita yang berupaya semaksimal mungkin mencapai titik klimaks, tidak menganggap orgasme sebagai bonus. Ia beranggapan rangkaian menuju orgasme penuh dengan kenikmatan dan keasyikan. Orgasme atau tidak sebenarnya tergantung pada keyakinan wanita sendiri. Dengan beranggapan dan yakin akan orgasme, maka apa pun rangkaian hubungan intim akan membuahkan orgasme.

6. Punya Resep Khas Merangsang Pria:
Sebagian besar wanita tahu bahwa cara menyenangkan dan memuaskan pria adalah langsung memberikan rangsangan ke area bawah pusar. Namun sebagian wanita punya resep khusus selain itu. Misalnya, menciumi tengkuk pria atau cara lain yang bisa membakar gairah pria.

7. Tahu Apa Yang Pria Mau:
Selain memberikan servis yang memuaskan, wanita jenis ini tahu apa yang diinginkan pria pasangannya. Terkadang sebagian pria tidak mendambakan yang aneh-aneh, tetapi cukup di-karaoke saja. Dengan penguasaan teknik oral sex, wanita jenis ini mampu memberikan sensasi kenikmatan hubungan intim yang luar biasa. Ia tak segan-segan memenuhi segala keinginan pria.

Suka Bereksperimen Posisi dan Jenis Foreplay Meluangkan waktu untuk bereksperimen dengan posisi baru dan foreplay baru merupakan kesukaan wanita jenis ini. Selain menemukan kenikmatan baru, jiwa petualang bisa terakomodasi.

Selalu Membuat Hubungan Intim Penuh Gairah dan Penuh Nuansa Baru
Wanita tipe ini selalu memberikan gairah baru dan nuansa baru dalam hubungan intim. Adakalanya ia mencari inspirasi dengan menyewa video blue agar gairah seks bertambah. Bilamana gairah menurun, ada saja siasat yang dimiliki wanita ini. Misal, hubungan intim di tempat baru, foreplay dengan aneka variasi baru, membaca majalah “HOT”, dll.

8. Menggairahkan Setiap Saat:
Wanita model ini rela bangun lebih pagi guna mempersiapkan diri lebih menggairahkan. Misal, pagi-pagi sudah mandi sehingga badan sudah bersih, wangi, dan menggairahkan. Hubungan intim pagi hari pun siap dilakukan jika memang dikehendaki. Pria pun tidak enggan atau sungkan. Wanita ini sepanjang siang dan malam selalu tampak menggairahkan. Ia pun suka merayu pasangan seakan baru pertama kali.

9. Seks Merupakan Prioritas Utama:
Wanita tipe ini tidak pernah enggan atau menolak hubungan intim. Tidak ada kata-kata, “Saya sedang capai,” ataupun ungkapan lain yang senada. Ia tahu bahwa seks merupakan obat pertama sebagai penawar capai, stress, enggan, dll. Meskipun sedang ogah-ogahan melayani suami, wanita jenis ini mampu mengatasinya dengan baik dan memberikan pelayanan yang memuaskan. Keengganan dapat diubah menjadi kenikmatan.

Baca Selengkapnya ....

Rahasia menjadi pria perkasa di ranjang tanpa obat kuat

Posted by Unknown 0 komentar
Tips ini khusus dewasa dan ditujukan bagi anda yang sudah berkeluarga.Untuk rahasia perkasa dan tahan lama saat bercinta dengan pasangan Anda tidak selamanya harus mengandalkan obat kuat atau jamu, masih ada beberapa trik lain yang lebih alami dan aman. Joel Block, seorang terapis dan juga penulis buku Sex Comes First: 15 Ways to Help Your Relationship — Without Leaving Your Bedroom memberikan bocoran kepada pasangan suami istri cara bertahan lama di atas tempat tidur.
rahasia kuat dan tahan lama bercinta di ranjang

Ingin bercinta lebih lama tanpa bantuan obat kuat?kini saatnya memuaskan istri anda. Simak tips berikut:

1. Jangan terpaku pada kata foreplay. Jadikan semua rangkaian keintiman suami-istri sebagai satu bagian dan semua harus berjalan perlahan-lahan dan pria harus berfokus kepada sang istri.

2. Biarkan istri berada di posisi atas. Ini juga akan memberikan keleluasaan kepada suami untuk bertahan lebih lama dan perempuan bisa mencari titik-titik tertentu yang membuatnya terpuaskan.

3. Mengatur nafas. Ini penting berdasarkan guru seksual dari Timur, mengontrol pernafasan saat bercinta membuat seorang pria bisa bertahan lama di tempat tidur. Ketika Anda mampu mengontrol pernafasan maka saat akan mencapai orgasme maka Anda bisa membuatnya bertahan lebih lama.

4. Lakukan senam kegel karena senam ini bukan hanya untuk perempuan karena pria pun juga membutuhkannya. Senam kegel membuatpria mampu melatih otot yang bertanggung jawab atas aliran semen dan urin. Lakukan kontraksi selama 20 kali satu kali latihan selama beberapa kali setiap hari. Saat pria mencapai klimaks maka lakukan senam kegel dan ini akan membantu pria menunda ejakulasi.

5. Hindari penggunaan pil atau apapun yang katanya bisa membuat tahan lama. Pasalnya, selain menghabiskan uang, beberapa jenis obat kuat ini mengandung racun.

 Nah, semoga tips dan trik diatas bisa membantu menghangatkan cinta Anda lebih membara pada pasangan tentunya yang resmi loh, dan lebih percaya diri tentunya tanpa biaya dan resikonya rendah

Baca Selengkapnya ....

Umat islam tidak usah merayakan hari valentine

Posted by Unknown 0 komentar
Valentine day atau yang biasa disebut dengan hari kasih sayang,dimana kebanyakan para remaja yang merayakannya. Dan dihari Velentine itu banyak remaja melakukan suatu kesalahan. Tapi mereka akan mengatasnamakan semuanya hanya karena “VELENTINE” sungguh sangat menyedihkan. Pantaskah sebuah kehormatan dinodai dengan satu hari saja??? Dan Virus itu telah menyebar bukan hanya umat Kristriani, tapi umat islam juga telah banyak merayakannya. Padahal tidak ada dalam Ajaran islam dalam satu hari saja!!. Tapi kenyataannya banyak yang tidak tahu apa itu Velentine tapi telah ikut merayakannya dan kahirnya terjerumus kedalam jurang kegelapan. Melihat fenomena yang telah ada dan telah terjadi, dimana hanya karena Velentine seorang perempuan rela memberikan kehormatannya tanpa memikirkan akibat dari semua perbuatannya, bayangkan??? Hanya dalam satu malam banyak remaja islam yang melakukan tindakan tidak senonoh hanya karena Velentine kampret yang tentu banyak merugikannya anda.

Dampak buruk merayakan valentine hanya dalam satu hari saja, yaitu :
1. Ketika Velentine datang kebanyakan orang yang masih Jomblo akan merasa tidak percaya diri dan akhirnya stress sendiri.
2. Biaya Velentine yang terkadang diluar batas kemampuan kita seperti membeli coklat dan kado yang harganya melonjak tinggi,slah satu solusi terakhir adalah kita akan meminjam uang kepada orang lain dan akhirnya masalah lainpun akan timbul.
Penertian dan sejarah valentine

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

Sejarah valentine

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

Pandangan islam tentang hari valentine

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)


Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Hal yang harus diperhatikan tentang hari valentine

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.


3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Baca Selengkapnya ....

Pengertian dan pola pikir pacaran yang benar

Posted by Unknown 0 komentar
Pacaran merupakan suatu fenomena kehidupan yang sudah biasa terutama bagi kaum remaja pada umumnya yang SMP, SMA bahkan SD. Tapi, terkadang yang orang tau tentang pacaran itu hanya gua suka sama lu begitupun sebaliknya... Disini, saya ingin memberikan beberapa hal berbeda tentang perspektif dan pola pikir pacaran yang benar... Semoga bermanfaat!
Dampak dan cara berpacaran yang benar

1. Pengertian pacaran

Kalau kalian melihat kamus wikipedia, yang disebut Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.

2. Manfaat pacaran

Sebenernya apa sih gunanya pacar?
1. temen curhat?
2. temen ngobrol?
3. buat status doang?
4. biar gak ketinggalan janan?
5. ikut-ikut temen?
6. buat dimanfaatin? atau masih ada yang lain lagi?

Punya pacar tu sebenernya cuma:
1. Ngabisin pulsa
2. bikin sakit hati
3. bisa ngarah ke jalan yg gak bener

Tapi kalo kita bisa mengendalikan itu semua, pacar bisa sangat berguna untuk kita sendiri. kita juga harus mengingat bahwa pacar bukan hubungan secara sah. Hubungan yang sudah sah harus dilandasi dengan pernikahan, pacar hanyalah untuk awal dari pernikahan. Sebelum masuk ke jenjang pernikahan seharusnya kita sudah mencari pasangan yang cocok untuk kita. Lewat pacar itulah kita bisa menilai seseorang. Tapi apa gunanya kita punya pacar cuma seneng putus? Jangan kita permainkan suatu hubungan, karena sebenarnya Tuhan sudah mengatur pasangan kita, kata kerennya Jodoh di tangan Tuhan.

Tapi saya sangat salut jika ada yang memanfaatkan hubungan sebaik mungkin. misalnya pacar dapat dijadikan:

1. Introkspesi diri. Misalnya kita punya pacar yang tidak suka salah satu dari sikap kita, kita bisa mengintrokspesi diri kita atau sikap kita melalui pacar kita.
2. Tempat untuk menanyakan pendapat. Jika kita dapat suatu problem dalam kehidupan, pacar bisa sangat membantu kita dalam menyelesaikan problem tersebut.
3. Bekerjasama. Jika kita bisa saling bekerjasama, apapun dapat terwujud dengan bekerjasam.
4. Teman diskusi. Misalnya kita punya tugas sekolah atau apapun, kita bisa saling menanyakan dengan pacar kita. 5. Teman Curhat. Semua masalah kita bisa dicurahkan ke pacar kita siapa tahu kita terbantu.
6. Teman Bermain. Jika kita sedang keadaan suntuk kita ingin main, bingung cari teman, bisa mengajak pacar.
7. memberi keceriaan.
8. Teman bertukar pengalaman.
9. Teman gosip. (gak direkomendasikan)
10. menemanimu saat kesepian.

Sebanernya banyak lagi fungsi pacar yang positif. Pacar itu sebenernya sangat menguntungkan asal, bisa mengendalikan nafsu dan memanfaatkan dengan hal-hal yang positif.

Jangan takut pacaran, kita bisa kok pacaran, tapi harus bisa memilah pacar yang baik dan yang cocok buat kita. jangan takut patah hati juga, karena jika kita memperlakukanya dengan baik pasti pasangan kita juga akan memperlakuakan kita dengan baik pula. mari kita isi masa muda kita dengan hal-hal yang positif dan akhirnya dapat berguna buat masa depan kita.

3. Tujuan pacaran mengenal pribadi sebelum pernikahan

1. Proses Peralihan dari “Subjective Love” ke “Objective Love.”
“Subjective love” sebenarnya tidak berbeda daripada manipulative love yaitu “kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima”. Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima. Sesuai dengan “sinful nature”nya setiap anak kecil telah belajar mengembangkan “subjective love”. Dan “subjective love” ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan sinful nature tsb, dan mengubah kecenderungan “subjective love” menjadi “objective love”. Yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima.

2. Proses Peralihan dari “Envious Love” ke “Jealous Love.”
“Envious” sering diterjemahkan sama dengan “jealous” yaitu cemburu. Padahal “envious” mempunyai pengertian yang berbeda. “Envious” adalah kecemburuan yang negatif yang ingin mengambil dan merebut apa yang tidak menjadi haknya. Sedangkan “jealous” adalah kecemburuan yang positif yang menuntut apa yang memang menjadi hak dan miliknya. Begitu pula dengan pergaulan pemuda-pemudi. Pacaran muda-mudi harus ditandai dengan “jealous love”. Mereka tidak boleh menuntut “sesuatu” yang bukan atau belum menjadi haknya (seperti: hubungan seksuil, wewenang mengatur kehidupannya, dsb). Tetapi mereka harus menuntut apa yang memang menjadi haknya, seperti kesempatan untuk dialog,melakukan kegiatan sosial bersama, dsb.

3. Proses Peralihan dari “Romantic Love” ke “Real Love.”
“Romantic love” adalah kasih yang tidak realistis, kasih dalam alam mimpi yang didasarkan pada pengertian yang keliru bahwa “kehidupan ini manis semata-mata”. Muda-mudi yang berpacaran biasanya terjerat pada “romantic love”. Mereka semata-mata menikmati hidup sepuas-puasnya tanpa coba mempertanyakan realitanya, misal:

* apakah kata-kata dan janji-janjinya dapat dipercaya?
* apakah dia memang orang yang begitu sabar, “caring”, penuh tanggung jawab seperti yang selama ini ditampilkan?
* apakah realita hidup akan seperti ini terus (penuh cumbu-rayu, rekreasi, jalan-jalan, cari hiburan)?

Pacaran adalah persiapan pernikahan, oleh karena itu pacaran seharusnya tidak mengenal “dimabuk cinta”. Pacaran boleh dinikmati tetapi harus berpegang pada hal-hal yang realistis.

4. Proses Peralihan dari “Activity Center” ke “Dialog Center.”
Pacaran dari anak muda pada umumnya hampir selalu “activity- center”. Isi dan pusat dari pacaran tidak lain daripada aktivitas (nonton, jalan-jalan, duduk berdampingan, cari tempat rekreasi, dsb.), sehingga pacaran 10 tahun pun tetap merupakan 2 pribadi yang saling tidak mengenal. Sedangkan pacaran anak muda yang benar harusnya berbeda. Sekali lagi kita boleh berekreasi dsb, tetapi “center”nya (isi dan pusatnya) bukan pada rekreasi itu sendiri, tapi pada dialog yaitu interaksi antara dua pribadi secara utuh (Martin Buber, “I and Thou”, by Walter Kauffmann, Charles Scribner’s Sons, NY: 1970), sehingga hasilnya suatu pengenalan pribadi yang benar dan mendalam.

5. Proses Peralihan dari “Sexual Oriented” ke “Personal Oriented.”
Pacaran bukanlah saat untuk melatih dan melampiaskan kebutuhan seksuil. Orientasi dari kedua insan tsb, bukanlah pada hal-hal seksuil, tapi sekali lagi (seperti telah disebutkan dalam no. 4) pada pengenalan pribadi yang mendalam. Jadi, masa pacaran tidak lain daripada masa persiapan pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi yang mendalam adalah “keharusan”. Melalui dialog, kita akan mengenal beberapa hal yang sangat primer sebagai dasar pertimbangan apakah pacaran akan diteruskan atau putus sampai disini.

Jadilah anak muda yang berbeda, juga dalam berpacaran, agar kelak pernikahanmu mendatangkan damai dan kebahagiaan sampai ke anak-cucumu.

Kesimpulan Intinya, cari Tuhan dulu baru cari pacar, karena jodoh ada di tangan Tuhan, dan kalau itu memang jodoh kita, jangan takut Tuhan gak akan biarin dia jadi suami/istri orang pas udah gede... Kalau udah, berarti, Tuhan pengen memberikan kalian yang lebih baik.... Semoga bermanfaat Guys!

Baca Selengkapnya ....

Custom thread comments blogger all in one 2014

Posted by Unknown Kamis, 30 Januari 2014 0 komentar
Jali ini saya akan share tutorial tentang cara modifikasi atau custom theread comment di blog,kenapa theread comment ini all in one? ya karena fiturnya sudah lengkap di dalam theread comment yang akan kita bahas ini,selain tampilan theread comment yang keren juga sudah dilengkapi beberapa fitur pendukung untuk memperindah tampilan thread comment di blog anda,dari pada penasaran langsung saja lihat beberapa fitur thread comment'nya dibawah ini,dan untuk demonya juga sudah saya pasang di blog ini,jika anda ingin mencobanya silahkan berkomentar. . :D
Modifikasi theread comment 2014

Fitur dari theread comment ini
  1. Menghilangkan hcard error pada richsnippet 
  2. Valid HTML 5 
  3. Optimasi avatar menjadi lebih kecil
  4. Custom kotak pesan komentar
  5. Emoticon otomatis
  6. Menghapus link aktif dalam komentar
  7. Thread coment hack
  8. Bisa menyisipkan Video youtube,gambar,dan code tag dlm koment
  9. Dll
Cara pemasangan dalam blog
  • Masuk ke dashboard blog anada
  • Tempelate>>Edit HTML
  • Kemudian cari kode dibawah ini
<b:include data='post' name='threaded_comments'/>
Ganti dengan code dibawah ini. . ! !
<b:include data='post' name='comments'/>
Kalau sudah,sekarang simpan CSS thread comment dibawah ini tepat diatas]]></b:skin> pada tempelate anda.
/* Threaded Comment BY andoelsean.blogspot.com */
#comments {}
#comments h3 {background:#35404d;border:1px solid #1d2630;display:inline;margin-bottom:25px;padding:5px;line-height:40px;position:relative;text-transform:uppercase;color:#fff;font:13px Oswald;border-radius:3px;}
#comments h3:after{content:"";position:absolute;bottom:-10px;left:10px;border-top:10px solid #35404d;border-right:20px solid transparent;width:0;height:0;line-height:0}
.comment_avatar_wrap{
width:42px;
height:42px;
border: 1px solid #151d26;
background:#25303c;
padding:4px;
text-align:center;
margin-bottom:20px;
}
#comments .avatar-image-container {
float: left;
margin: 0 10px 0 0;
width: 42px;
height: 42px;
max-width:42px;
max-height:42px;
padding: 0;
margin-bottom:10px;
}
#comments .avatar-image-container img {
width: 42px;
height: 42px;
max-width: 42px;
max-height: 42px;
background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1xgeCJP7-QA1j7gu5YMGB-waUi7IzqMjLHElG47l20g7bEfpCoyi7YlImuFIa3UDiuQ3wcaAn75lnygYRNDzllHeDyeayYgsUQ9rXrcevVSOTtvaxOps52a5_z1sjSIsdcRLBiNFE7bRa/s1600/anon.jpg) no-repeat;
}
.comment_name a {
font-family:Oswald, Arial, Sans-serif;
padding-bottom:10px;
font-size:14px;
text-decoration: none;
}
.comment_admin .comment_name {
font-family:Oswald, Arial, Sans-serif;
padding-bottom:10px;
font-size:14px;
text-decoration: none;
}
.comment_admin .comment_date {
font-weight: normal;
font-size:11px;
}
.comment_name {
font-family:Oswald, Arial, Sans-serif;
padding-bottom:10px;
font-size:14px;
font-weight:normal;
position:relative;
}
.comment_service{
margin-top:5px
}
.comment_date {
color: #999;
float:right;
font-size:11px;
font-weight:normal;
}
.comment_date a{
color: #a9a9a9;
float:right;
font-size:11px;
font-weight:normal;
}
.comment_date a:hover{
color: #a9a9a9;
text-decoration:none;
}
.comment_body{
margin-top:-72px;
margin-left:65px;
background:#25303c;
border:1px solid #1d2630;
border-top:1px solid #171f28;
border-left:1px solid #171f28;
padding:15px;
}
div.comment_inner.comment_admin{
background:#394549;
}
.comment_body p {
line-height: 1.5em;
margin: 5px 0 0 0;
color: #999;
font-size: 13px;
word-wrap:break-word;
padding-bottom:10px;
}
.comment_inner {
padding: 15px;
margin: 5px 0 5px 0;
background-color:#35404d;
}
.comment_child .comment_wrap {padding-left: 5%;}
.comment_reply {
display: inline-block;
margin-top:8px;
margin-left:-5px;
padding: 1px 12px;
color: #fff !important;
text-align: center;
text-decoration: none;
border-radius: 2px;
background: #54687c;
font: 11px/18px sans-serif;
transition: background-color 1s ease-out 0s;
}
.comment_reply:hover {
text-decoration: none !important;;
background: #627c96;
}
.unneeded-paging-control {display: none;}
#comment-editor {width:100% !important;background:#e1e3e6 url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6xJFTHFGuxBXdlUAcmtjcdbtsJFd9IKu7rmx-9VfQHOckAK-1SW2LNXwxibvUqY7VrCRIpVTKrp1R7hKK1MgOvW6GnCa2gnBvBlKaIjLt9AqeJ2KnIsLLuOT7sl8SN1KPpfHechqsnNQ/s1600/kangis-loader.gif') no-repeat 50% 30%;border-radius:4px;margin-bottom:20px;position:relative;}
.comment-form {max-width: 100% !important;}
.comment_form a {
text-decoration: none;
text-transform: uppercase;
font-weight: bold;
font-family: Arial, Helvetica, Garuda, sans-serif;
font-size: 15px;
}
.comment_form a:hover {text-decoration: underline;}
.comment_reply_form {
padding: 0 0 0 70px;
}
.comment_reply_form .comment-form {width: 99%;}
img.comment_emo {margin:0;padding:0;vertical-align:middle}
.comment_emo_list{
display:none;
}
.comment_emo_list .item {
float: left;
text-align: center;
margin: 10px 10px 0 0;
height: 40px;
width:41px;
}
.comment_emo_list span {
display: block;
font-weight: bold;
font-size: 11px;
letter-spacing: 1px;
}
.comment_youtube {max-width:100%!important;width:400px;height:225px;display:block;margin:auto}
.comment_img {max-width:100%!important;}
.comment_header{width:50px}
#respond {
overflow: hidden;
padding-left: 10px;
clear: both;
}
.comment_avatar img{width:42px;height:42px;background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1xgeCJP7-QA1j7gu5YMGB-waUi7IzqMjLHElG47l20g7bEfpCoyi7YlImuFIa3UDiuQ3wcaAn75lnygYRNDzllHeDyeayYgsUQ9rXrcevVSOTtvaxOps52a5_z1sjSIsdcRLBiNFE7bRa/s1600/anon.jpg) no-repeat}
.comment-delete img{float:right;margin-left:15px;margin-top:3px;}
.comment_author_flag {display:none}
.comment_admin .comment_author_flag {display:inline;font-size:13px;font-weight:normal;padding:2px 6px;right:-23px;margin-top:-23px;color:#fff;border-radius:4px;text-transform:uppercase;position:absolute;width:36px;height:36px;}
iframe{border:none;overflow:hidden}
.deleted-comment {
background:#db6161 url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcZ9vJca4iN2_3a1LnGwCbEaGKWEFY0nFATeV2MDuYwkIl_kauMvnJT5K6QgBR_pR-qMumpMfRlVCt5Wn3m-9PCE_ZM1DfYdRCjG99SWFQQi1PQuU15Dz-zckGcvFJW3FhB0UH-v_73Ls/s1600/tempat-sampah.png) no-repeat 2% 50%;
color:#efd4d4;
line-height: 22px;
border: 1px solid #c44d4d;
padding:12px 15px 12px 45px;
margin:5px 0;
display: block;
}
.comment-form p {
background: #54687c;
padding: 15px 15px 14px 15px;
margin: 5px 0 5px 0;
color: #f4f4f4;
font-size: 13px;
line-height: 20px;
border-radius:4px;
position:relative;
}
div.comment_avatar img[src='http://img1.blogblog.com/img/openid16-rounded.gif'] {
content: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6NMp5mxpZVGZenbNsvCzCmTnH9wvcR7EzsJBMHGONei4JulXTlCKUBh_1v2ofTuGN2aCRGiI3FwRJWt1YFdPnu7d3HefbU8YCVQsHycB0la8vBF_zkaRluTORHFpfzWhYEzHPcDcYs1g/s45-c/gravatar.png);
}
div:target .comment_inner{background:#346656;transition:all 15s ease-out;}
div:target .comment_child .comment_wrap .comment_inner{background:#404c5c;}
iframe{border:none;overflow:hidden}
kalau sudah sekarang cari kode dibawah ini. . ! !
<b:includable id='comments' var='post'>...</b:includable>
Gantilah code dari <b:includable id='comments' var='post'&gt sampai </b:includable> dengan code dibawah ini. . ! !
<b:includable id='comments' var='post'>
<div class='comments' id='comments'>
<b:if cond='data:post.allowComments'>
<b:if cond='data:post.numComments != 0'>
<h3>
<b:if cond='data:post.numComments == 1'>1 <data:commentLabel/>:
<b:else/>
<data:post.numComments/> <data:commentLabelPlural/>
</b:if>
</h3>
</b:if>

<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>
&#160;
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>
&#160;
<data:post.commentRangeText/>
&#160;
<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>
&#160;
<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>
</b:if>

<div class='clear'/>
<div id='comment_block'>
<b:loop values='data:post.comments' var='comment'>

<div class='data:comment.adminClass' expr:id='data:comment.anchorName'>
<b:if cond='data:post.adminClass == data:comment.adminClass'>
&lt;div class=&#39;comment_inner comment_admin&#39;&gt;
<b:else/>
&lt;div class=&#39;comment_inner&#39;&gt;
</b:if>

<div class='comment_header'>
<div class='comment_avatar_wrap'>
<div class='comment_avatar'>
<img alt='avatar' expr:src='data:comment.authorAvatarSrc' expr:title='data:comment.author'/>
</div>
<a class='comment_reply' expr:href='&quot;#r_&quot;+data:comment.anchorName' expr:id='&quot;r&quot;+data:comment.anchorName' onclick='javascript:Display_Reply_Form(this)' title='Balas'>Balas</a>
</div>

<div class='clear'/>
</div>

<div class='comment_body'>
<span class='comment_arrow'/>
<div class='comment_name'>
<b:if cond='data:comment.authorUrl'>
<a expr:href='data:comment.authorUrl' expr:title='data:comment.author' rel='nofollow' target='_blank'><data:comment.author/></a>
<b:else/>
<data:comment.author/>
</b:if>
<span class='comment_author_flag'/>
<span class='comment_service'>
<a class='comment-delete' expr:href='&quot;http://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:comment.id' expr:title='data:top.deleteCommentMsg'>
<img alt='delete' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHtzs0TogSfIKXbIXPJ1srh0IpNYr12i3S2f1dm7s3AhxukvZlXeqK20aKieHQcLI2N50tbius_wl2-qZCWITHA5Qtwuv3rnmLU7-OZ04e4Og0e7hcGH4CeER1C4AmRdCAyig9JA1vMeY/s1600/delete4.png' title='Hapus Komentar'/>
</a>
<span class='comment_date'><a expr:href='data:comment.url' rel='nofollow' title='comment permalink'>
<data:comment.timestamp/>
</a></span>
</span></div>
<b:if cond='data:comment.isDeleted'>
<span class='deleted-comment'><data:comment.body/></span>
<b:else/>
<p><data:comment.body/></p>
<div class='clear'/>

</b:if>

</div>
<div class='clear'/>
&lt;/div&gt;
<div class='clear'/>

<div class='comment_child'/>
<div class='comment_reply_form' expr:id='&quot;r_f_&quot;+data:comment.anchorName'/>
</div>
</b:loop>
</div>
<div class='clear'/>
<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>
&#160;
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>
&#160;
<data:post.commentRangeText/>
&#160;
<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>
&#160;
<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>
</b:if>
<div class='clear'/>
<div class='comment_form'>

<b:if cond='data:post.embedCommentForm'>
<b:if cond='data:post.allowNewComments'>
<div class='comment_emo_list'/>
<b:include data='post' name='threaded-comment-form'/>
<b:else/>
<data:post.noNewCommentsText/>
</b:if>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.allowComments'>
<a expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick' expr:title='data:postCommentMsg'><data:postCommentMsg/></a>
</b:if>
</b:if>
</div>
</b:if>
</div>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
if (typeof(jQuery) == 'undefined') {
//output the script (load it from google api)
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js\"></scr" + "ipt>");
}
//]]>
</script>

<script async='async' expr:src='data:post.commentSrc' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>

<b:if cond='data:post.numComments != 0'>
var Items = <data:post.commentJso/>;
var Msgs = <data:post.commentMsgs/>;
var Config = <data:post.commentConfig/>;
<b:else/>
var Items = {};
var Msgs = {};
var Config = {&#39;maxThreadDepth&#39;:&#39;0&#39;};
</b:if>
//<![CDATA[
//Global setting
Config.maxThreadDepth = 6;//Kedalaman tingkat threaded comment
Display_Emo = true;//Tampilkan emoticon? ketik "false" untuk menyembunyikan
Replace_Youtube_Link = false;//Embed video YouTube, ketik "false" untuk mendisable
Replace_Image_Link = false;//Auto replace link image, ketik "false" untuk mendisable.
Replace_Force_Tag = false;//Auto replace virtual tag contoh: [pre] menjadi <pre>, dan [/pre] menjadi </pre>, apabila salah menulis, tidak akan berfungsi
Replace_Image_Ext = ['JPG', 'GIF', 'PNG', 'BMP'];//(support: jpg, gif, png, bmp),hanya berfungsi apabila Replace_Image_Link=true

//Pengaturan Emoticon
Emo_List = [
':)' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDojha2DETcoR6G4iEPudt4IoyO9i6RQsFCuVytiLwonuSPPiuSpJchge07tex99_xAc-ol0wvJb_uCH5A14xbjkVhAf9PkvWzfDvGJbMPRkSJ3A_ntu3dMn9i7RDUqUNuFK8M0qpv_6E/s1600/smile1.gif',
':(' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_qpamt3qMHhhe6eeSLinRfZ0ssIQk0cD7a0mW6TvPhmUfBMIN2uJb-xw009LgkQvY51vkEtHviXxtb87Sy3IJcsnWSZx8Vkbi4XRaq1PTYwSc9wZ24A-vVvvbZIMehQyCfpcJcBZaqGU/s1600/sad.gif',
'=(' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXljoOIqFiFKFNzTBAXCHwhhrb1sopCb516JCoH6itnmy_3xOr5QaDg_gVMJyu9PGoHWJDgVNfYLB7W2dkkSHeImcmR78sEz4i8cLsA-I53zreUPlHhzwy-pDE9igwPAu1qrKr08DCkxs/s1600/sadanimated.gif',
'^_^' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCqczVZmdG_rW5oVoaKJJBeRmMZlkcL0PHm99GDDzcpEshOt6iJyUOMqfO_LDcriGZHwZeKS7rfqG2gM-gjd5Vo8TIyruL49JaA5dAoY-UbQjLahU0SoOEsc0RVBCPUtPO4dhDFlrt5tE/s1600/smile.gif',
':D' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3-9KlTCuc54aDdr9r9LAKLMh4_L55n22b2v3910Rffuexdu8y-M1xDpLOp_w3Lh6WKFxoMcwjEOQ05a-lPbd6pjFGtWtgvYii6RaPREIDJHtikXIdUDD0SRggLjv9tOM6ZALgw2vvha8/s1600/icon_smile.gif',
'=D' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMqOi17LBkY_7Wz-Kb414u2RYWckhj-5ZdMnpDDGMuuqa-b-FTKmwpBcUhUUOQV99eavx1abbBPYB9bVly7bNYL2GgHhiIlaGfmR-1J1_xwmzRvgvnUif_dJnZn4g-iarAM30gAgdIYcI/s1600/hihi.gif',
'@@,' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIc5hpiVwitwVrtt-Qc9jyxrO4BXdgaRrAznNAfr4iFPnZb3R6ku2A78JzRiOS0wChcW_4Wa0zZbuegrYe6YjEWmseR7TH7dJ1gkHMmNwO0Q4kDCbo9Vqidd0nbSaCi6A75PRp5fzy55A/s1600/rolleyes.gif',
';)' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipAdAdatIIlJf9nXyQCDTFpygiH3kUBuGNE6O5OmU9EeWQC9-UbQuqg8A3S-1nWWWGBE5r5afDlPWoFBa_IP14pN4qxiU9b3rnstNlEoJ0zbBBPnNYC3SURnwYy8XFMSg2tBcryz4_N9M/s1600/wink.gif',
':-bd' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBwOeQ-_-25wZ8_wmFVmbdG5B16TwtE-yKiq6-Z2VsgkKJWvqztaUkzl_A5hfUvYbh6O9lea5IYZhiXjRctvnWQnhdHP72jZMn8Bdv-np0V6m3lyZ7B72MFjQJBLwszgLpUHvaTc1WFtI/s1600/thumb.gif',
':-d' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKjXLSDL_y0PQG6YfajyQqj1paOnhYwg37bijwV-Jo1T6Rn6e90jqCIew3KQ4xqyfKkaJbmN7dBCTTCRG2sRZ36OjBXHB6k7OzF5DrfURux2XCwtsJtg0-lAR2-mBHhERFtqehjqD_hh4/s1600/thumbsup.gif',
':p' ,'https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiasDpwLUiakd8qfGi6mHzmyilI3vMUI6Gcd6-vMlnMNtmNGN9YBZEPWzF93CPPI7hyphenhyphenDLLkgptg1Sh2tyNVHBJEYLwRUHhu1A57ZUsIeIv8qxiK2H-1DL7Wl0BoTI4ShqtX8El2L24nnLo/s1600/wee.gif',
];


//Config Force tag list, define all in lower case
Force_Tag = [
'[pre]','<pre>',
'[/pre]','</pre>',
'<pre class="brush: plain; title: ; notranslate" title="">','&lt;code&gt;',
'</pre>','</code>'
];

eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return(c<a?'':e(parseInt(c/a)))+((c=c%a)>35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!''.replace(/^/,String)){while(c--)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return'\\w+'};c=1};while(c--)if(k[c])p=p.replace(new RegExp('\\b'+e(c)+'\\b','g'),k[c]);return p}('3 o=\'.1c\';3 1b=$(\'#O-19\').G(\'A\');u 1l(F){3 1j=\' \\n\\r\\t\\f\\1D\\1G\\1F\\1E\\2l\\2k\\2i\\2f\\2c\\26\\25\\23\\1Y\\1S\\1N\\1L\\1H\\2v\\1M\\2p\\24\\22\\1R\';E(3 i=0;i<F.5;i++){9(1j.d(F.1Q(i))!=-1){F=F.b(0,i);11}}z F}$(\'#1P .1i p\').j(u(y,7){9(1J){3 l=\'1v://13.V.W/1y?v=\';3 8=7.d(l);D(8!=-1){1d=7.b(8);J=1l(1d);3 X=J.d(\'&\');3 N=\'\';9(X==-1){N=J.b(l.5)}Y{N=J.b(l.5,X)}3 1r=\'<1u B="1T" A="1v://13.V.W/1U/\'+N+\'?1V=1" 1W="0" 2w></1u>\';7=7.b(0,8)+1r+7.b(8+J.5);8=7.d(l);9(8==-1){l=\'1Z://13.V.W/1y?v=\';8=7.d(l)}}}9(21){3 Z=\'\';3 s=7;E(3 i=0;i<1w.5;i++){3 l=\'.\'+1w[i];3 m=s.C();3 8=m.d(l);D(8!=-1){k=s.b(0,8+l.5);m=k.C();3 q=\'2h://\';3 w=m.d(q);3 I=\'\';D(w!=-1){I=q.M();k=k.b(w+q.5);m=k.C();w=m.d(q)}q=\'2n://\';m=k.C();w=m.d(q);D(w!=-1){I=q.M();k=k.b(w+q.5);m=k.C();w=m.d(q)}9(I==\'\'||k.5<6){11}k=I+k;Z+=s.b(0,8+l.5-k.5)+\'<10 A="\'+k+\'" B="2r"/>\';s=s.b(8+l.5);m=s.C();8=m.d(l)}}7=Z+s}9(1A){3 5=x.5;9(5%2==1){5--}E(3 i=0;i<5;i+=2){3 S=\'<10 A="\'+x[i+1]+\'" B="1B"/>\';8=7.d(x[i]);D(8!=-1){7=7.b(0,8)+S+7.b(8+x[i].5);8=7.d(x[i])}}}9(1I){3 5=R.5;9(5%2==1){5--}E(3 i=0;i<5;i+=2){D(1){3 s=7.M();8=s.d(R[i]);9(8!=-1){7=7.b(0,8)+R[i+1]+7.b(8+R[i].5)}Y{11}}}}z 7});$(\'.1K\').j(u(y,7){9(1A){3 5=x.5;9(5%2==1){5--}3 12=\'\';E(3 i=0;i<5;i+=2){3 1e=\'<1f>\'+x[i]+\'</1f>\';3 S=\'<10 A="\'+x[i+1]+\'" B="1B"/>\';12+=\'<Q B="1O">\'+S+1e+\'</Q>\'}z 12}});$(\'.1g .1i p\').j(u(i,h){T=h.M();y=T.d(\'@<a U="#c\');9(y!=-1){14=T.d(\'</a>\',y);9(14!=-1){h=h.b(0,y)+h.b(14+4)}}z h});u 1k(g){r=g.d(\'c\');9(r!=-1)g=g.b(r+1);z g}u 1m(g){g=\'&1X=\'+g+\'#%1n\';1o=1b.20(/#%1n/,g);z 1o}u 1p(){j=$(o).j();$(o).j(\'\');o=\'.1c\';$(o).j(j);$(\'#O-19\').G(\'A\',1b)}u 1q(e){g=$(e).G(\'15\');g=1k(g);j=$(o).j();9(o==\'.1c\'){1s=\'<a U="#1t" 27="1p()">\'+28.29+\'</a><a 2a="1t"/>\';$(o).j(1s)}Y{$(o).j(\'\')}o=\'#2b\'+g;$(o).j(j);$(\'#O-19\').G(\'A\',1m(g))}16=2d.2e.U;17=\'#O-2g\';18=16.d(17);9(18!=-1){1x=16.b(18+17.5);1q(\'#2j\'+1x)}E(3 i=0;i<P.5;i++){9(\'1z\'2m P[i]){3 g=P[i].1z;3 1a=2o($(\'#c\'+g+\':L\').G(\'1C\'));$(\'#c\'+g+\' .2q:L\').j(u(y,7){3 H=P[i].15;9(1a>=2s.2t){$(\'#c\'+H+\':L .2u\').1h()}3 K=$(\'#c\'+H+\':L\').j();K=\'<Q B="1g" 15="c\'+H+\'" 1C="\'+(1a+1)+\'">\'+K+\'</Q>\';$(\'#c\'+H).1h();z(7+K)})}}',62,157,'|||var||length||oldhtml|check_index|if||substring||indexOf|||par_id|||html|img_src|search_key|upper_html||Cur_Cform_Hdr||http_search||temp_html||function||find_http|Emo_List|index|return|src|class|toUpperCase|while|for|str|attr|child_id|save_http|yt_link|child_html|first|toLowerCase|yt_code|comment|Items|div|Force_Tag|img_html|temp|href|youtube|com|yt_code_index|else|save_html|img|break|newhtml|www|index_tail|id|cur_url|search_formid|search_index|editor|par_level|Cur_Cform_Url|comment_form|ht|img_code|span|comment_wrap|remove|comment_body|whitespace|Valid_Par_Id|trim|Cform_Ins_ParID|7B|n_cform_url|Reset_Comment_Form|Display_Reply_Form|yt_video|reset_html|origin_cform|iframe|http|Replace_Image_Ext|ret_id|watch|parentId|Display_Emo|comment_emo|level|x5b|x7d|x7c|x5d|u2008|Replace_Force_Tag|Replace_Youtube_Link|comment_emo_list|u2007|u200a|u2006|item|comment_block|charAt|u3000|u2005|comment_youtube|embed|autohide|frameborder|parentID|u2004|https|replace|Replace_Image_Link|u2029|u2003|u2028|u2002|u2001|onclick|Msgs|addComment|name|r_f_c|u2000|window|location|xa0|form_|HTTP|x0b|rc|x3e|x3c|in|HTTPS|parseInt|u200b|comment_child|comment_img|Config|maxThreadDepth|comment_reply|u2009|allowfullscreen'.split('|'),0,{}))
var avatar=$("#comments");
avatar.find('.comment_avatar img').each(function() {
var ava = $(this).attr('src');
$(this).show().attr('src', ava.replace(/\/s[0-9]+(\-c)?\//,"/s45-c/"));
});
//]]>
</script>
</b:includable>
Kalau langkah-langkah diatas sudah anda terapkan secara benar,sekarang save tempelate anda dan lihat hasilnya. . :)

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of download mp3 cutter.